Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Cara agar konsisten menulis artikel blog

Menulis artikel blog merupakan pekerjaan yang sebenarnya mudah dilakukan, namun ada banyak hal yang membuat tidak konsisten. Akibatnya blog jarang update konten artikel, ranking blog turun, traffic turun, dan akhirnya pendapatan juga menurun.

Cara agar konsisten menulis artikel blog

Jika teman-teman yang membaca artikel ini adalah seorang yang sudah lama bergelut dengan dunia blog dan menulis konten, pasti sudah paham bagaimana tantangan menulis konten untuk blog. Namun jika teman-teman baru akan memulai blog, pastikan bahwa teman-teman mempersiapkan diri untuk menghadapi berbagai tantangan yang membuat malas atau tidak konsisten menulis artikel untuk blog.

Jadikan menulis sebagai hobi


Sesuai dengan filosifinya, bahwa blog sebenarnya adalah catatan yang dipublikasikan secara online. Nah, jika teman-teman ingin ngeblog juga pastikan bahwa teman-teman juga menjadikan blog sebagai catatan apapun yang teman-teman alami. Mulai curhat hingga hal penting dan menarik lainnya.

Mengapa perlu menjadikan menulis blog sebagai hobi? Pada dasarnya hobi adalah kesenangan. Jika menulis dijadikan suatu yang menyenangkan, bisa dipastikan teman-teman akan konsisten menulis dan terus mengulangi kesenangan tersebut.

Banyak lho orang yang membuat blog namun tidak suka menulis. Akhirnya blognya pun berhenti dengan artikel yang bisa dihitung dengan jari.

Kalau menurut saya, prinsipnya bukan tata cara menulis yang dijadikan hobi. Tapi kita suka mencatat hal-hal penting yang kita alami, kemudian mempublikasikannya di blog. Urusan tata cara menulis itu bisa diperbaiki ditahap berikutnya.

Tulis apapun yang disukai


Seperti yang saya sampaikan pada poin sebelumnya, bahwa suka menulis atau membuat catatan penting yang kita hadapi merupakan hal yang membuat blog akan tetap hidup.

Jika suka mencatat atau menulis hal penting, maka yang perlu dipehatikan setelah itu adalah kira-kira apa yang teman-teman sukai atau yang teman-teman anggap penting.

Jika teman-teman sangat suka tentang game, ini bisa menjadi suatu hal yang bisa teman-teman catat. Misalnya game terbaru, perangkat game yang enak dipakai, dan sebagainya. Demikian juga jika teman-teman suka dengan hal-hal yang berhubungan dengan kuliner, maka ini bisa menjadi bahan menulis yang sangat menarik bagi teman-teman.

Pada prinsipnya, hal apapun yang teman-teman tulis adalah hal yang teman-teman sukai. Dengan demikian teman-teman akan terus menulis hal tersebut.


Menulis mengalir tanpa memperhatikan bahasa baku (EYD)


Poin ini juga penting, karena biasanya orang berhenti menulis karena bingung tentang tata bahasa. Ya ini perlu teman-teman catat, bahwa nulis blog beda dengan nulis skripsi atau karya ilmiah.

Blog sebagai catatan, jadi teman-teman tulis catatan penting dan menarik untuk dibagikan. Dengan gaya bahasa yang teman-teman anggap enak dan bisa dipahami. Justru jika terlalu kaku, akhirnya juga kurang interaktif.

Bahkan jika teman-teman mengikuti bahasa yang baku, bisa jadi bukan pembaca saja yang merasa bosan. Namun teman-teman sendiri juga akan merasa bosan menulis. Pada akhirnya juga akan berhenti menulis jika tidak ada kesenangan lagi atau merasa membosankan.

Jadi teman-teman fokus saja menulis sesuai dengan gaya bahasa teman-teman. Nulis saja dulu, nanti setelah tulisan beres baru teman-teman bisa edit mana kata-kata yang perlu diperbaiki.

Tulis saja jangan lihat visitor, alexa dan adsense


Selain teknik menulis, ada faktor lain yang membuat motivasi menulis menurun. Misalnya teman-teman sudah menulis konsisten, namun ternyata visitor blog masih sangat kecil. Sudah sering update blog, namun ranking alexa masih diangka jutaan. Bahkan sudah lama dan konsisten nulis, namun belum ada pendapatan sama sekali dari iklan.

Kalau menurut pengalaman saya, faktor ini sanga berpengaruh juga lho teman-teman. Ini kembali lagi ke motivasi awal sebenarnya, menulis blog sebagai hobi atau sebagai bisnis. Jika sebagai hobi, maka pendapatan hingga traffic tidak akan mempengaruhi motivasi.

Kalau solusi saya dalam mengatasi hal ini yaitu tetap dan terus menulis saja, tiap perlu tiap saat cek traffic, cek alexa, atau bahkan cek dashboard adsense. Saya sendiri cek mungkin seminggu sekali, jika meningkat yang Alhamdulillah namun jika turun ya tidak masalah. Meski turun saya juga akan tetap menulis.

Catat ide ide yang ingin ditulis


Masalah lain yang membuat blogger berhenti menulis yaitu bingung mau menulis apa. Sebenarnya ini adalah masalah klasik yang dihadapi setiap orang yang ngeblog. Namun ini bukan berarti harus berhenti menulis.

Kembalikan lagi ke tujuan awal adanya blog yaitu sebagai catatan. Pasti teman-teman menjalani kehidupan mulai bangun tidur hingga tidur lagi, pasti ada hal-hal penting yang teman-teman alami.

Nah, menulis dari pengalaman pribadi atau apa yang ada disekitar kita bisa menjadi keuntungan bagi seorang blogger. Masalahnya tidak bisa setiap ada hal penting langsung ditulis kan? Itu makanya teman-teman harus menuliskan ide-ide tertentu yang bisa dijadikan bahan menulis. Tulis saja idenya dulu, nanti kalau ada waktu baru dikembangkan dalam sebuah artikel.

Mungkin cukup itu saja beberapa hal yang bisa saya sampaikan. Pada prinsipnya agar blog tetap hidup, traffic naik, gajian dari adsense lancar maka teman-teman harus terus konsisten menulis di blog. Semoga artikel ini bermanfaat bagi teman-teman yang membaca hingga tuntas. Jika ada tambahan pendapat atau pertanyaan bisa disampaikan di kolom komentar ya teman.

Post a Comment for "Cara agar konsisten menulis artikel blog"