Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

7 Pengetahuan berkebun organik yang harus dikuasai

Pengetahuan berkebun organik di rumah menjadi hal penting yang harus dikuasai sebelum melakukan berkebun sayuran secara organik. 

berkebun, berkebun organik, organik, sayuran organik, kebun organik

Banyak orang yang gagal dalam melakukan berkebun secara organik di pekarangan rumah yang disebabkan kurangnya pengetahuan. Jika teman-teman tertarik untuk berkebun organik skala kecil di rumah, berikut informasi singkat yang telah saya tulis untuk teman-teman pembaca sekalian.

Sebenarnya siapa pun bisa kok melakukan kebun sayur organik di rumah, ini karena prinsip di baliknya tidak berbeda dengan apa yang dilakukan dengan berkebun pada umumnya. Satu-satunya perbedaan adalah teman-teman bekerja di area yang lebih kecil dan dapat memilih apa yang ingin ditanam.

Tentukan lokasi


Hal pertama yang harus dilakukan adalah menemukan lokasi yang sempurna. Banyak orang menanam sayuran organik di kebun mereka. Agar sayuran organik tetap subur, pastikan dulu apa pun yang teman-teman tanam perlu mendapatkan sinar matahari setidaknya 6 jam sehari dan juga memiliki akses ke air yang cukup.

Penyiraman atau irigasi


Seperti halnya teknik berkebun pada umumnya yang membutuhkan sistem irigasi yang efisien. Disini teman-teman juga perlu melakukan hal yang sama dengan memastikan adanya drainase yang memadai karena jika tidak memilikinya, sayur organik yang ditanam tidak akan tumbuh subur dan bahkan mungkin gagal.

Peralatan


Ketika lokasi yang sempurna telah ditemukan, saatnya untuk mengolah tanah. Untuk ini, teman-teman akan memerlukan alat berkebun seperti sepasang sarung tangan, cangkul, sabit, penyiram tanaman atau gembor, dan beberapa perlengkapan lainnya.
 

Pupuk kompos


Saat mempelajari tentang berkebun organik, teman-teman akan mengetahui apakah tanah tempat menanam sayuran subur atau tidak. Jika tidak subur, mungkin bisa menambahkan pupuk kompos dan campuran lainnya dengan tanah. Metode ini dapat mengintegrasikan dan menstabilkan tanah, yang berarti teman-teman dapat mulai menanam tanaman dan melihatnya tumbuh di minggu-minggu mendatang.

Jika teman-teman tidak ingin membeli kompos dari toko pertanian, maka dapat membuatnya sendiri menggunakan ampas kopi, daun kering, atau bahkan limbah sayuran. Bahan-bahan ini juga berfungsi sebagai pupuk yang sangat baik.

Pemilihan jenis sayuran


Perhatikan bahwa beberapa sayuran mungkin tidak cocok untuk jenis tanah tempat menanamnya. Memang beberapa faktor yang mempengaruhi di luar kendali seperti cuaca, hama dan tanaman lain, mengganggu. Teman-teman dapat menghindari membuat kesalahan dengan meneliti bibit sayuran yang ideal yang bisa tumbuh di daerah teman-teman.

Lindungi tanaman dari hama


Salah satu cara untuk melindungi tanaman sayuran organik adalah dengan menanam berbagai tanaman secara bersamaan, karena antar tanaman akan saling melindungi dari serangan hama. Teknik-teknik ini lebih dikenal sebagai tumpangsari, terutama ketika ingin beradaptasi dengan kondisi cuaca di daerah teman-teman. 

Sistem pertahanan lain yang dapat digunakan yaitu mendapat bantuan dari alam seperti burung, serangga, dan bahkan beberapa katak telah terbukti membantu dalam memberantas hama.

Jika tinggal di daerah di mana hewan liar bisa makan sayuran, maka harus memasang pagar sehingga mereka tidak dapat mengakses dan memakan sayuran yang teman-teman tanam.

Atasi masalah gulma


Persiapan lahan adalah bagian dari kontrol gulma. Tetapi ingat bahwa gulma akan tumbuh setelah beberapa saat, jadi harus sering memeriksa kebun dan mencabut gulma atau rumput liar.

Nah demikian informasi tentang berkebun secara organik di pekarangan rumah yang bisa teman-teman pelajari. Jika teman-teman pembaca adalah seorang ahli di pertanian organik, bisa juga membagikan informasi ke pembaca yang lain di kolom komentar dibawah ini. Semoga artikel ini bisa bermanfaat bagi teman-teman yang membacanya hingga tuntas. 

Posting Komentar untuk "7 Pengetahuan berkebun organik yang harus dikuasai"